3 Jenis Permainan Judi Poker Online Dalam Pandangan Islam

Perilaku atau perbuatan menyimpang dalam Alquran disebut sebagai perbuatan mungkar. Salah satu perbuatan mungkar tersebut ialah perjudian dan bagaimana judi dalam pandangan Islam. Tujuan hukum yang ada dalam Alquran ialah agar manusia senantiasa berbuat baik dan jauh dari segala bentuk perbuatan mungkar. Tercapai tujuan hukum itu tentu saja manusia harus taat dan patuh pada peraturan yang ada dalam Alquran.

Alquran bahkan mengutuk Masyir atau biasa dikenal dengan perjudian. Setan hanya ingin menyebarluaskan kebencian dan permusuhan dan menjauhkan kita dari mengingat Allah SWT. Lalu apa itu judi atau Masyir menurut Islam? Masyir ialah segala bentuk atau tiap-tiap yang didalamnya terdapat pertaruhan maka itu tergolong dalam judi. Perlu kita ketahui bersama judi dalam Islam tidak hanya tentang permainan saja akan tetapi juga ada perbuatan atau perilaku yang didalamnya ada pertaruhan. Dan juga pertaruhan disini tidak hanya dalam bentuk uang akan tetapi juga termasuk rumah, mobil, tanah dan lain sebagainya.

Ingin bermain poker online di server idn poker yang terbukti aman dan terpercaya, kami menganjurkan anda untuk bermain bersama duitceme.com

Suatu perbuatan sudah bisa dikatakan masuk dalam kategori judi apabila sudah memenuhi beberapa unsur khusus dibawah ini. Menurut H.S Muchlis terdapat dua unsur yang jika itu terpenuhi maka sudah bisa seseorang tersebut dikatakan melakukan perjudian, antara lain sebagai berikut :

  1. Harus ada dua pihak. Masing-masing pihak terdiri dari dua orang atau lebih yang bertaruh dan yang mana pemenang akan dibayar oleh pihak yang kalah menurut kesepakatan atau rumusan tertentu.
  2. Baik itu menang atau kalah yang terkait dengan selesai atau sudah terjadinya peristiwa yang diluar kekuasaan atau diluar pengetahuan dari para petaruh.

Lalu bagaimana dengan pertandingan atau permainan sepak bola atau lomba lari yang pemenangnya akan diberi hadiah? Prinsipnya lomba lari, badminton, sepak bola, dan catur dibolehkan oleh agama selama hal tersebut tidak membahayakan keselamatan fisik dan jiwa. Tentu muncul pertanyaan baru, bagaimana dengan uang hadiah perlombaan tersebut? Apakah agama memperbolehkan? Uang hadiah tersebut diperbolehkan dalam agama selama dilakukan dengan cara-cara seperti dibawah ini :

  • Uang atau hadiah tersebut disediakan oleh pemerintah atau sponsor non pemerintah untuk pihak yang menang.
  • Uang atau hadiah tersebut merupakan janji salah satu dari dua orang yang melakukan lomba. Hadiah akan diberikan kepada lawannya.
  • Uang atau hadiah disediakan oleh para pelaku lomba dan disertai dengan muhallil. Yang mana akan mengambil uang itu apabila jagonya menang akan tetapi tidak harus membayar jika jagonya kalah.

Nah, agar lebih jelasnya lagi kita akan membahas selanjutnya tentang jenis-jenis permainan atau perlombaan yang dilarang dan tidak dilarang menurut fiqih. Para fuquha memiliki pendapat bahwa perlu dibedakan permainan yang memiliki unsur perjudian dengan permainan yang sifatnya mendidik. Yuk simak selengkapnya dibawah ini.

Dadu dan Catur

Menurut hadist riwayat Rasululllah bahwa permainan dadu dan catur itu termasuk ke dalam permainan judi. Segala sesuatu yang didalamnya ada unsur-unsur taruhan maka itu tergolong pada perjudian. Dan para ulama sepakat pada permainan dadu bahwa hukumnya haram dan tergolong pada orang-orang yang durhaka kepada Allah dan juga Rasulnya.

Bagaimana dengan catur? Ulama besar Imam Syafi’i dan Qardhawi memperbolehkan permainan catur namun dengan syarat tidak boleh adanya unsur taruhan, lisannya dijaga dari ucapan buruk, dan terpenting tidak melalaikan shalat. Akan tetapi tidak semua ulama sependapat tentang ini, sebagian ada yang mengatakan catur hukumnya sama dengan dadu. Dan sebagian lainnya mengatakan hukumnya makruh.

Pertandingan Adu Hewan

Pertandingan atau perlombaan seperti ini disebutkan bahwa hukumnya adalah haram meskipun didalamnya tidak ada unsur taruhan. Meskipun pertandingan ini ayam, anjing, harimau, dan hewan lainnya. Karena perlombaan seperti merupakan perbuatan sia-sia yang tidak ada manfaat dan hanya menyakiti hewan yang di adu.

Permainan Berbahaya

Permainan jenis ini boleh saja dan tidak dilarang dalam agama selama pemainnya adalah orang yang profesional atau ahli dalam melakukan permainan tersebut serta bisa menjamin atau mengantisipasi permainannya. Dan permainan ini akan dilarang oleh agama dan hukumnya menjadi haram apabila membawa bahaya dan mudarat bagi pemainnya.